Sabtu, (12/03/2022) Gelegar sholawat menggaungi sekitaran Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami lengkap dengan kemeriahan dan kewarna-warnian lightning yang menambahkan kesan kegembiraan pula emosi yang bercampur aduk yang dirasakan oleh seluruh santri kelas 6 angkatan ke 23, karena ini adalah persembahan terakhir mereka kepada seluruh warga pesantren sebelum akhirnya mereka akan diwisuda setelah lebaran nanti.

Diawali dengan pembacaan sholawat gubahan angkatan mereka yang dilantunkan oleh tim sholawat putri lalu dilanjutkan dengan pembacaan sholawat assalamualaika (zainal anbiya) oleh tim sholawat putra angkatan 23.

Kemeriahan ini tidak hanya dirasakan oleh para panitia yaitu kelas 6, tapi juga seluruh santri dan peserta dengan dibagikannya banyak makanan ringan dan minuman, pula ada sebagian santri yang telah dikoordinir oleh para mualim untuk memberikan koreografi dari karton untuk menambahkan kemeriahan acara ini.

Walaupun diawal-awal mulanya acara sempat turun rintik hujan yang membuat seluruh panitia berdebar, tapi bersyukur ternyata itu hanyalah pelengkap dari serangkaian ujian kesabaran yang diberikan Allah untuk para calon alumni angkatan Ushudul Mustafa ini.

“Nama Ushudul Mustafa memiliki arti ‘Singa-Singa Rasulullah’ karena itu ujiannya berat, tapi insyaallah semoga dilancarkan segalanya,” Kata Ayahanda KH. Helmy Abdul Mubin Lc, dalam sambutannya.

Ceramah lalu dilanjutkan oleh Habib Ahmad Fahmi Al-Aydarus yang banyak berpesan tentang kehidupan dunia yang sudah kacau balau, tentang banyaknya orang munafik yang memakai jubah-jubah seorang muslim tapi malah mencoreng nilai keislaman.

“berapa banyak orang muslim di Indonesia yang bergelar Kyai tapi malah saling dengki dengan satu sama lainnya,” kata beliau dalam tausiahnya yang berapi-api.

Beliau juga berpesan bahwa kita sebagai anak pesantren haruslah mengambil peranan penting dalam ber-islam dan mengabdikan diri pada masyarakat dan memberikan contoh yang terbaik agar islam jangan sampai disalah pahami.

Lalu dilanjutkan dengan tausiyah dari Prof. Dr. Ahmad Al-Kaff, “Pesantren adalah lembaga pendidikan ala rasulullah, karena menerapkan pendidikan contoh lalu praktekan.” Kata beliau.

Dan setelah bertausiah kurang lebih 1,5 jam lamanya lalu diakhiri dengan pembacaan doa, acara pun dilanjutkan dengan pemutaran video hasil dari kreativitas anak-anak angkatan ke-23 ini yang berceritakan tentang kesabaran. Lalu dilanjutkan dengan pemutaran video lagu hymne angkatan mereka yang menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Tabligh Akbar tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.